Global5

Membuat Grafik dengan SPSS

Berikut beberapa tulisan yang terkait dengan cara membuat berbagai jenis grafik dengan SPSS

Grafik Batang Sederhana pada SPSS
Satu gambar sering lebih bermakna dari seribu kata. Ungkapan ini sering dikemukakan untuk menunjukkan peran grafik dalam mendeskripsikan data, selain dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi yang telah kita bahas pada tulisan-tulisan sebelumnya.
Untuk kepentingan itu, dalam beberapa seri tulisan dalam blog ini, akan kita bahas cara membentuk grafik dengan SPSS.
Sebagai latihan misalnya kita punya data tingkat pendidikan dan pendapatan dari 30 orang responden penelitian. Tingkat pendidikan misalnya dikategorikan sebagai:
Baca Selanjutnya

Grafik Batang Clustered dan Stacked pd SPSS
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang membahas mengenai grafik batang sederhana pada SPSS. Untuk memahami tulisan ini, silakan baca tulisan tersebut terlebih dahulu.
Kali ini kita akan membahas mengenai grafik batang clustered dan stacked. Data yang digunakan untuk latihan adalah data tingkat pendidikan dan pendapatan yang telah diberikan pada tulisan sebelumnya tersebut.
Setelah menginput data tersebut, klik Graphs > Legacy Dialogs > Bar. Akan muncul tampilan berikut:
Baca Selanjutnya

Grafik Lingkaran pada SPSS
Salah satu jenis grafik yang sering digunakan terutama untuk menggambarkan proporsi dari kategori data adalah grafik lingkaran (pie). Karenanya, pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat grafik lingkaran pada SPSS.
Sebagai latihan, data yang kita gunakan sama dengan data pada postingan sebelumnya (yaitu data tingkat pendidikan dan pendapatan dari 30 orang responden penelitian). Lihat tulisan ini.
Setelah menginput data tersebut, klik Graphs > Legacy Dialogs > Pie. Akan muncul tampilan berikut:
Baca Selanjutnya

Lanjutan: Grafik Lingkaran pada SPSS
Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya mengenai cara membuat grafik lingkaran pada SPSS. (Silakan baca tulisan tersebut terlebih dahulu, untuk dapat memahami bagian ini).
Jika pada tulisan sebelumnya kita hanya menggambarkan variabel pendidikan dalam satu grafik lingkaran tanpa mengelompokkannya berdasarkan pendapatan (sesuai dengan data latihan yang kita miliki), maka kali ini kita membuat grafik lingkaran yang terkelompok berdasarkan tingkat pendapatan.
Setelah menginput data, klik Graphs > Legacy Dialogs > Pie. Akan muncul tampilan berikut:
Baca Selanjutnya

Membuat Tabel Silang dengan SPSS

Tabel silang (crosstabs) adalah tabel distribusi frekuensi yang memperlihatkan keterkaitan antar variabel. Dalam konteks ini, SPSS sebagai salah satu software statistik memiliki fasilitas dalam membuat tabel silang ini.
Berikut beberapa tulisan terkait mengenai cara membuat tabel silang dengan SPSS

Tabel Silang dengan SPSS
Salah satu cara untuk menggambarkan keterkaitan antar variabel secara sederhana adalah dengan membentuk tabel silang (crosstabs) antar variabel tersebut. Tabel silang adalah tabel distribusi frekuensi yang menghubungkan dua atau lebih variabel.
Bagaimana cara kita membentuk tabel silang ini dengan SPSS ?
Sebagai latihan, misalnya kita punya data tingkat pendidikan dan pendapatan dari 60 orang responden penelitian. Tingkat pendidikan misalnya dikategorikan sebagai:
Baca Selanjutnya

Tabel Silang Tiga Variabel dengan SPSS
Tabel silang pada dasarnya tidak hanya dapat dibentuk antar dua variabel, tetapi juga dapat dibentuk untuk melihat keterkaitan lebih dari dua variabel. Oleh karenanya, jika pada tulisan sebelumnya kita telah membahas membuat tabel silang untuk dua variabel (silakan baca dulu tulisan tersebut untuk memahami bagian ini), maka sekarang kita akan bahas cara membentuk tabel silang lebih dari dua variabel (untuk kali ini kita lihat terlebih dahulu untuk tiga variabel).
Sebagai latihan, misalnya kita punya data mengenai jenis kelamin (sex), tingkat pendidikan dan pendapatan dari 60 orang responden penelitian.
Baca Selanjutnya

Tabel Silang Empat Variabel dengan SPSS
Tulisan ini merupakan lanjutan dari dua tulisan sebelumnya yang membahas mengenai tabel silang. Untuk memahami bagian ini, silakan baca terlebih dahulu bagian pertama dan bagian kedua ini.
Jika pada tulisan sebelumnya kita sudah membahas mengenai tabel silang untuk tiga variabel, sekarang kita akan membahas untuk empat variabel (dan dengan cara yang sama untuk lebih dari empat variabel).
Sebagai latihan, misalnya kita punya data mengenai jenis kelamin (sex), daerah, tingkat pendidikan dan pendapatan dari 60 orang responden penelitian.
Baca Selanjutnya

Mendapatkan Ukuran Statistik Deskriptif pd SPSS

Berikut ini beberapa tulisan terkait untuk mendapatkan ukuran numerik statistik deskriptif dengan menggunakan paket program statistik SPSS

Statistik Deskriptif pada SPSS (Bagian 1)

Ukuran-ukuran statistik deskriptif dalam pengolahan data bertujuan untuk mendapatkan gambaran ringkas dari sekumpulan data, sehingga kita dapat menyimpulkan keadaan data secara mudah dan cepat. Selain itu, melalui ukuran-ukuran statistik deskriptif ini, kita dapat menentukan jenis pengolahan statistik lebih lanjut yang sesuai dengan karakteristik data kita tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut, seri tulisan ini akan membahas cara mendapatkan ukuran-ukuran statistik deskriptif pada SPSS. Sebagai latihan, misalnya terdapat data umur dan pendapatan dari 18 responden penelitian kita yang telah diinput pada SPSS sebagai berikut:
Baca Selanjutnya

Statistik Deskriptif pada SPSS (Bagian 2)
Bagian ini merupakan bagian kedua dari seri tulisan mengenai statistik deskriptif pada SPSS. Untuk memahami bagian ini, silakan baca dulu bagian 1.
Seperti yang terlihat pada bagian 1 tulisan ini, output SPSS untuk statistik deskriptif terdiri dari 14 kolom. Masing-masing kolom akan dijelaskan sebagai berikut:
Kolom pertama dari output menunjukkan variabel yang diolah.
Kolom kedua adalah jumlah observasi. Perhatikan bahwa untuk umur responden, jumlah observasi adalah 18, sedangkan untuk pendapatan responden adalah 16. Mengapa ? Karena dua observasi sesuai dengan contoh latihan kita adalah data missing. SPSS dalam hal ini hanya akan mengolah data yang valid dengan mengeluarkan data missing.
Baca Selanjutnya

Statistik Deskriptif pada SPSS (Bagian 3)
Postingan ini merupakan bagian ketiga (terakhir) dari dua postingan sebelumnya mengenai statistik deskriptif pada SPSS. Untuk memahami bagian ini, silakan baca terlebih dahulu bagian 1 dan bagian 2.
Pada bagian ketiga ini, kita akan membahas mengenai skewness dan standar errornya serta kurtosis dan standar errornya sebagai bagian dari output statistik deskriptif SPSS yang ada pada kolom kesebelas sampai kolom keempatbelas.
Kolom kesebelas adalah skewness data. Skewness merupakan alat ukur dalam menelusuri distribusi data yang diperbandingkan dengan distribusi normal. Skewness merupakan pengukuran tingkat ketidaksimetrisan (kecondongan) sebaran data di sekitar rata-ratanya.
Baca Selanjutnya